Aturan Dan Ketentuan Membuat Polisi Tidur Dijalan

Aturan Dan Ketentuan Membuat Polisi Tidur Dijalan. Sudah bukan rahasia umum lagi terkadang kita merasa kesal bila ada orang kebut kebutan dijalan apalagi dijalan kampung atau jalan lingkurngan yang terdapat banyak anak anak karena selain bising juga membahayakan bagi orang lain.
Gambar mungkin memiliki hak cipta

Biasanya untuk menghindari atau mencegah agar pengguna jalan tidak ngebut dijalan masyarakat membuat polisi tidur atau Speed bump, banyak cara atau jenisnya antara lain dengan peningian jalan dengan aspal, menambahkan adukan semen dengan pasir, bisa juga meletakan ban ban bekas. dengan harapan para penguna jalan memperlambat jalanya kendaraan.

Pembuatan polisi tidur bertujuan untuk menghidari kecelakan karena diharapkan kendaraan yang lewat untuk jalan perlahan, namun bagaimana jika keberadaan polisi tidur justru membahayakan orang lain atau malah mengakibatkan kecelakaan.

Apa itu polisi atau Speed bump. Polisi tidur Menurut Keputusan Meteri Perhubungan Nomor KM.3 tahun 1994 Pasal 4 adalah Alat Pembatas kecepatan yang merupakan alat kelengkapan tambahan pada jalan, yang fungsinya sebagai alat Untuk memperlambat laju kendaraan bermotor

Pembuatan polisi tidur yang sembarangan atau terlalu besar tidak sesuai dengan ketentuan yang membahayakan dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan justru akan berurusan dengan hukum atau dapat dipenjara atau denda

Pembuatan polisi tidur harus sesuai dengan ketantuan bila dilangar dan mengakibatkan kecelakaan akan dikenai pidana sesuai dengan peraturan  yaitu UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman pidana
Pasal 274
setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan seperti yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 dapat dipidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000.  
Pasal 275 ayat 1
setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan sebagaimana dimaksud dalam pasar 28 ayat 2 dipidana kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000.
Oleh karena itu sebelum membuat polisi tidur silahkan baca Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.3 tahun 1994 Tentang Alat Pengendali Dan Pengaman Jalan. mengenai ukuran serta penempatan polisi tidur

Sesuai dengan KM Nomor KM.3 tahun 1994 Pasal 4 Bahwa penempatan pembatas kecepatan dapat ditempatkan pada :
  • Jalan di lingkungan pemukiman
  • Jalan lokal kelas IIIC
  • Pada jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi

  • Ukuran pembatas kecepatan setinggi maksimal 12 cm, sisi miring memiliki kelandaian yang sama maksimum 15 persen, dan lebar datar bagian atas minimum 15 cm.
    Gambar mungkin memiliki hak cipta
    Bahan pembuat pembatas kecepatan menggunakan sama seperti badan jalan. Selain itu bisa menggunakan karet.

    Pemberian tanda atau peringatan tentang adanya polisi tidur yaitu antara lain pemberian warna kuning atau putih pada bagian atas agar terlihat jelas olah pengguna jalan

Demikian sedikit info semoga bermanfaat

0 Response to "Aturan Dan Ketentuan Membuat Polisi Tidur Dijalan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel